Menunggu giliran

Menunggu giliran

Sumber gambar: Pinterest/EdwinLeonard

Langkah kaki yang tetap berjalan ditengah hati yang lelah.

‎Asap rokok juga kendaraan yang tak sengaja terhirup. 

‎Puluhan jiwa terus berjuang, menitipkan harapan pada langit yang suram.

‎Peluh keringat bercampur dengan aroma parfum delapan belas ribuan.

‎Mereka berlarian mengejar impian atau setidaknya harapan.

‎Esok mungkin giliranku,

‎Bertaruh dengan lelah dan sedikit harapan. 

Mata-mata itu menyimpan malam yang sunyi,

‎helaan nafasnya seperti orang yang kecewa. 

‎Namun, paginya harus kembali memasang senyuman serapi mungkin.

‎Meski hampir runtuh,

‎masih ada harapan yang disembunyikan. 

‎Kecil dan rapuh. 

‎Namun, cukup kuat untuk menjaga seseorang tetap hidup.

 

Penulis: Siti Shopiyah Nur Kaffah

Editor: Khoiru Nisa