Sejumlah BEM Buka Suara soal Aliansi BEM Fakultas Bersatu, BEM FIPPS Unindra Akui Sedang Siapkan Pernyataan Sikap
Sumber gambar: jpnn.com
LPM Progress - Pada Selasa (16/06), Aliansi yang menamakan diri sebagai BEM Fakultas Bersatu membuat konferensi pers dengan tujuan menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan keterlibatan politik praktis dalam gerakan penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan di Utan Kayu, Jakarta Timur.
Dilansir dari kumparan.com, Aliansi ini melibatkan 10 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas lintas perguruan tinggi.
Beberapa di antaranya, BEM Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan (FIPPS) Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), BEM Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UNISIA), BEM Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta (UIJ), BEM Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Nasional (UNAS), BEM Institut Al – Aqidah, BEM Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM), BEM Fakultas Hukum Ibnu Chaldun (UIC), BEM Fakultas Teknik Universitas BSI, dan BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut (STIAMI).
Dikutip dari metrotvnews, Rahmat Djimbula, selaku Juru Bicara BEM Fakultas Bersatu menilai terdapat indikasi keterlibatan aktor politik dengan Tyo Ardianto, mahasiswa mantan Ketua BEM UGM.
“Kami melihat indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan ini. Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu," ujar Rahmat dalam konferensi pers.
Namun, setelah konferensi pers diadakan, terdapat beberapa BEM dari berbagai perguruan tinggi yang mengaku tidak pernah terlibat dalam Aliansi BEM Fakultas Bersatu, juga mengaku tidak pernah mengirimkan delegasi anggota untuk hadir dalam konferensi pers tersebut.
BEM Fakultas Psikologi UNJ Buka Suara
Sumber: Instagram @bemfpsiunj
Lewat kanal Instagram resminya, BEM FPsi UNJ memberikan pernyataan bahwa mereka tidak pernah memberikan delegasi untuk terlibat dalam Aliansi BEM Fakultas Bersatu. Adapun mahasiswa yang terlibat mengatasnamakan BEM FPsi merupakan alumni Angkatan 2020, dan tidak terlibat kepengurusan aktif BEM FPsi UNJ 2026.
BEM FTI BSI Sebut Tak Pernah Hadir dan Mengirim Perwakilan
Sama dengan BEM FPsi UNJ, BEM FTI BSI juga mengeluarkan pernyataan resmi. Lewat postingan instagramnya, BEM FTI BSI menyampaikan bahwa mereka tidak pernah mengirimkan perwakilan pada konferensi pers Aliansi BEM Fakultas Bersatu. Mereka juga mengakui bahwa tidak pernah memiliki anggota dengan identitas mahasiswa yang terlibat dalam konferensi pers BEM Fakultas Bersatu.
Sumber: Instagram @bemftubsi
BEM STIAMI Klaim Tidak Pernah Terlibat Forum BEM Bersatu
Sumber: Instagram @bemstiami_official
BEM Institut Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) juga mengeluarkan pernyataan resmi lewat kanal instagramnya, mereka menjelaskan bahwa tidak ada BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Managemen Administrasi di Institut STIAMI. Mereka juga menegaskan bahwa tidak pernah mengirimkan delegasi untuk terlibat dalam konferensi pers aliansi BEM Fakultas Bersatu, juga menekankan bahwa BEM STIAMI tidak pernah tergabung dalam aliansi BEM Fakultas Bersatu.
Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) UNAS Sebut Tidak Punya BEM
FISIP UNAS juga menerbitkan siaran pers yang diposting lewat kanal Instagram @himasos_unas. Dalam siaran pers tersebut, pihak UNAS menyatakan bahwasanya mereka tidak memiliki BEM tingkat Fakultas, di mana berarti UNAS tidak memiliki Ketua BEM Fakultas.
Sumber: Instagram @himasos.unas
Aliansi Mahasiwa UNPAM Sebut Forum BEM Bersatu Pengkhianat
Sumber: Instagram @aliansiunpammelawan
Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) juga menuntut transparansi keterlibatan BEM FEB Unpam dalam Forum BEM Fakultas Bersatu. Mereka menilai bahwa klaim sepihak BEM FEB dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM), mereka menegaskan bahwa hal ini dapat menurunkan citra kampus, dan melemahkan marwah gerakan.
BEM FH UIJ Bantah Keterlibatannya dalam Aliansi BEM Fakultas Bersatu
sumber: Instagram @bemfhuij
BEM FH UIJ juga turut menyampaikan pernyataan sikap yang diterbitkan lewat postingan Instagram @bemfhuij. Postingan tersebut berisi informasi mengenai mahasiswa yang mengatasnamakan Ketua BEM FH UIJ merupakan klaim palsu, bahwa mahasiswa atas nama Muhammad Yani bukan Ketua BEM FH UIJ, juga bukan utusan resmi. Mereka juga menyampaikan bahwa posisi BEM FH UIJ tidak tergabung dalam Aliansi BEM Fakultas Bersatu.
LPM Progress sudah mencoba untuk menghubungi Muhamad Rafi Mario Akbar, selaku Ketua BEM FIPPS dan Helmi Fahri, selaku Ketua BEM Universitas Unindra, untuk dimintai keterangan terkait kebenaran informasi mengenai pencatutan Unindra dalam konferensi pers Aliansi BEM Fakultas Bersatu.
Sampai tulisan ini dibuat, hanya Rafi yang merespons. Dirinya berujar bahwa saat ini BEM FIPPS Unindra sedang mempersiapkan informasi resmi lewat pernyataan sikap.
“Kami juga lagi menyiapkan pernyataan sikap terkait permasalahan ini," ujar Rafi saat dihubungi oleh LPM Progress via WhatsApp pada (17/06).
Penulis: Malaika Putra Aryanto
Editor: Ghalda Bilqis Albania
